YOUR FUTURE INCOME

Rabu, 26 Juni 2013

Terapi oksigen untuk mengatasi pengentalan dan penyumbatan pembuluh darah

Darah adalah cairan yang maha penting. Darah anda menentukan hidup anda. Itulah mengapa untuk mengukur kondisi sakit sehatnya seseorang, anda seringkali diminta untuk periksa darah.

Menurut Prof. Dr. Guenther Enderlein - Bapak Pleomorphism, tubuh kita dapat terhindar dari berbagai penyakit kronis atau infeksi bila darah kita dalam kondisi normal.

Didalam analisa sel darah, darah dikatakan normal bila partikel Sel darah merah berbentuk bulat-bulat, berdiri sendiri, dengan ukuran yang sama satu dengan yang lainnya. Sel darah seperti ini mampu mengalirkan nutrisi dan oksigen ke seluruh bagian tubuh dan mengeluarkan sampah tubuh secara optimal.

contoh gambar darah yang normal (pengamatan live blood analysis)

Lalu bagaimana darah kita menggumpal,sel darah merah saling berikatan satu sama lain, yang terjadi adalah darah sebagai alat distribusi atau tranportasi menjadi terganggu. Apalagi kalau darah dipenuhi dengan penggumpalan trombosit yang menyebabkan pengentalan darah.

contoh gambar darah yang tidak sehat, sel darah merah menggumpal, bertumpukan satu sama lain, agregasi tromboit, kolesterol, liver stress

Pengentalan darah & penyumbatan pembuluh darah dapat menyebabkan kematian jaringan & organ, gagal ginjal, tekanan darah tinggi, serangan jantung & stroke.

Gejala yang dapat ditimbulkan antara lain sering kesemutan, sakit/nyeri kepala,pusing, migren, kram, hilang keseimbangan, mudah lupa, pegal-pegal,leher kaku, keguguran berulang pada wanita hamil, preeklamsia, dll.

Penyebab kondisi tersebut beragam diantaranya karena pola makan yang salah (tinggi lemak,tidak variatif, tinggi gula), aktivitas fisik yang rendah hingga ke masalah lingkungan (polusi udara berperan penting).

Hydroxygen Plus adalah terapi yang diyakini mampu membantu mengatasi penggumpalan darah atau penyumbatan pembuluh darah.

Fakta 1 :Penggunaan rutin Hydroxygen Plus dapat memisahkan penggumpalan sel darah merah , memperbaiki struktur membran sel darah merah yang telah dirusak oleh radikal bebas Penggunaan rutin Hydroxygen Plus dapat memisahkan penggumpalan sel darah merah sehingga distribusi oksigen, nutrisi dan pengeluaran sampah tubuh menjadi lebih optimal

Fakta 2 :
Berdasarkan pengalaman positif dari jutaan pemakai dan dokter di USA yang menggunakan Hydroxygen Plus, maka dilakukanlah sebuah penelitian yang bertujuan melihat efek ateroprotektif atas penggunaan probiotik antioksidan Hydroxygen Plus. Penelitian yang dilakukan oleh Discovery Research Laboratories yang dipimpin oleh Loretta P. Mayer Ph.D dari Northern Arizona University menyimpulkan bahwa Hydroxygen Plus mampu mengurangi perkembangan plak aterosklerotik (penyumbatan pembuluh darah) secara signifikan tanpa bergantung kepada kadar kolesterol, trigliserida ataupun penambahan berat badan. Efek abnormalitas pada organ tidaklah ditemukan dengan adanya suplementasi Hydroxygen Plus.

Fakta 3 :

Gary J. Shima M.D. dari Health and Longevity Institute 1145 San Marino Drive Suite 120San Marcos, CA melakukan penelitian klinis pada bulan Oktober-November 2003 pada subjek yang dipilih secara random, dan hasilnya Hydroxygen Plus mampu Memperbaiki Profil Lemak Darah.

Fakta 4 :

Produk ini telah digunakan oleh jutaan orang dengan manfaat yang sangat positif. Sangat dianjurkan bagi mereka yang sering kesemutan, kram, nyeri dada, sakit kepala, pegal pada leher dan pundak, nyeri menjelang haid, sesak nafas, mudah capai, dan bagi penderita penyakit hipertensi, jantung, stroke, asma, paru-paru, sinusitis, kepikunan, kista, myoma, endometriosis, toksoplasma, demam berdarah, penyakit akibat gangguan peredaran darah, kekurangan oksigen dan keganasan (kanker)

FAKTA TENTANG OKSIGEN


.Ruangan tertutup seluas 3 meter persegi hanya menyuplai oksigen untuk orang dewasa selama 5 jam.

•Sekitar 70% massa tubuh manusia adalah air, termasuk cairan tubuh seperti darah, air liur, urin, dan sel seperti tulang, otot, dan daging.
Seseorang dengan berat 40 kg, mengandung sekitar 28 liter air.

•Manusia normal dalam kondisi dan lingkungan normal membutuhkan saekitar 300cc oksigen saehari (24 jam) atau saekitar 0.5 cc setiap menit.

•Lahan seluas 1.600 meter persegi, dengan 16 pohon berdiameter 10 cm mampu menyuplai oksigen sebesar 14.000 liter/ orang. Setiap, 1 ha daun-daun hijau dapat menyerap karbon dioksida dari 200 orang dalam waktu yang sama.

•Ruangan tertutup seluas 3 meter persegi hanya menyuplai oksigen untuk orang dewasa selama 5 jam.

•Dalam ikatan molekul air (H2O), atom hydrogen dan atom oksigen berjarak 0.18 nanometer ( satu nano + sepermiliar ).
•Mengapa minum es terasa lebih segar ? Karena air es memiliki kandungan oksigen tinggi. Semakin tinggi suhu, kelarutan oksigen dalam air semakin rendah. Pada suhu 0 C, kelarutan oksigen dalam 100 gram air adalah 6.945 mg (69,45 ppm). Pada suhu 100 C, tidak ada lagi oksigen yang terlarut dalam air.
•Hemoglobin akan mengikat oksigen pada derajat keasaman (pH) 7,4. Bila pH darah turun maka hemoglobin mulai melepaskan oksigen untuk menetralisasi.
•Kadar oksigen di udara sebetulnya tidak berubah menurut ketinggian. Yang berubah adalah ketebalan atau kepadatan oksigen. Meski sangat ringan, oksigen tetap mempunyai berat sehingga lapisan oksigen di bawah akan mendapatkan tekanan dari bagian atas. Dengan begitu, kerapatan oksigen di daerah permukaan laut laut lebih tinggi dibandingkan di atas pegunungan. Di ketinggian 6.000 meter dari atas permukaan laut, tekanan udaranya hanya setengah dari permukaan laut. Jadi, walau kadar oksigen di udara tetap sama, jumlah molekul yang bisa dihirup pada satu kali tarikan napas berkurang setengahnya.

sumber : majalah human

HYPOXIA (KURANG OKSIGEN) MEMBAWA MASALAH


Mudah lelah, lesu tak bersemangat dan tubuh merasa pegal linu dan gampang jatuh sakit. Bila mengalami semua atau sebagian keluhan ini, waspadalah. Mungkin anda telah dilanda hipoksia (hypoxia). Ini adalah istilah medis menggambarkan tubuh kekurangan oksigen.

Kekurangan oksigen sama sekali bukan kondisi yang baik Karen aoksigen adalah senyawa penting pembentuk energi bagi tubuh. Anda tak punya tenaga yang cukup sehingga aktifitas dan rutinitas terganggu.

Kasus hypoxia sering dijumpai dan bias terjadi pada siapa saja. Menurut Dr. Kadarsyah,MD, scientific Advisor PT Royal kekaltama Beverages, hipoksia bisa membawa sederet penyakit kronis yang muncul dengan gejala beragam. Berikut beberapa masalah kesehatan yang terkait dengan hypoxia. Jangan sampai terjadi pada anda.

Pingsan

Pernah mengalami pingsan atau menyaksikan seseorang kehilangan kesadaran sementara waktu? Prosesnya berlangsung cepat. Mula-mula wajah korban pucat, tubuhnya terasa lemas, lalu tiba-tiba saja ambruk tidak sadarkan diri. Pingsan terjadi karena otak kekurangan pasokan oksigen. Penyebabnya cukup banyak. Bisa karena tubuh terlalu lelah.
Terlalu lama beristirahat dengan posisi tidur lalu mendadak berdiri untuk melakukan aktifitas juga bisa mengundang pingsan. Karena pada saat itu tubuh masih lemah dan organ-organ yang bekerja menjaga keseimbangan tubuh belum berfungsi sempurna. Faktor ketegangan emosi dan mengenakan pakaian ketat yang menekan leher juga bisa mengakibatkan pingsan karena aliran darah ke otak berkurang sementara darahlah yang bertugas mengantarkan oksigen dan nutrisi keseluruh jaringan tubuh termasuk otak.
Untuk mengatasi pingsan, korban harus dibaringkan, ganjal kakinya dengan bantal atau benda lain sehingga posisi kepala lebih rendah dari kaki. Cara ini membantu melancarkan aliran oksigen ke otak.

Stroke

Secara terus menerus sel-sel otak memerlukan oksigen dan nutrisi untuk bisa bertahan hidup dan mejalankan fungsinya dengan baik. Bila sekali waktu pasokan oksigen dan nutrisi yang diangkut melalui darah menuju otak terhenti oleh suatu sebab, maka terjadilah stroke, yaitu kondisi dimana sel-sel otak mengalami kerusakan.

Proses stroke berlangsung begitu cepat. Bila oksigen berhenti mengalir dalam waktu 3 atau 4 menit saja, kerusakan bias fatal. Semakin lama aliran oksigen terputus, tingkat kerusakan yang ditimbulkan semakin farah, stroke yang dideritapun akan semakin berat dan sulit dipulihkan.

Kasus stroke harus ditangani dengan cepat dan tepat. Sedapat mungkin penderita stroke sudah ditangani tim medis ahli paling lambat 6 jam setelah kejadian. Masa 6 jam yang disebut golden period ini sangat menentukan peluang keberhasilan pemulihan pasien kelak.

Anemia

Anemia disebut penyakit kurang darah. Anemia terbagi pada beberapa jenis. Pada banyak kasus, anemia tejadi karena bukan disebabkan volume darah yang kurang tetapi karena kandungan oksigen didalam darah sedikit.

Dalam darah terdapat komponen sel yang dinamakan haemoglobin. Fungsinya mengikat oksigen didalam darah untuk dialirkan keseluruh sel tubuh guna membantu proses pengolahan makanan menjadi tenaga. Jika jumlah haemoglobin didalam darah berkurang, oksigen yang berhasil dibawa hanya sedikit.

Tentunya, tenaga yang dihasilkan pun tidak sebanyak yang dibutuhkan tubuh. Karena itulah, penderita anemia mudah lelah, letih da lesu.

Solusi untuk penderita anemia adalah mengkonsumsi makanan-makanan yang merangsang pembentukan haemoglobin, seperti hati ayam. Bila kadar haemoglobin meningkat, oksigen yang bisa diserap tubuhpun semakin banyak.

Isyarat Hypoxia

Keluhan yang ditimbulkan hypoxia pada setiap orang tidak sama. Tapi ada isyarat yang bisa dibaca sebagai pertanda gejala tubuh mulai kekurangan O2 :
 Sulit konsentrasi
 Mudah lelah, letih dan tidak bersemangat
 Daya tahan tubuh rendah
 Sering terserang nyeri dan pegal linu
 Rambut rontok
 Kegemukan
 Merasa kembung setelah makan
 Infeksi jamur
 Sinusitis
 Diare atau sembelit
 Tekanan darah tidak stabil
(majalah human)
info produk terkait, klik disini

KANKER TERJADI HANYA KARENA SATU SEBAB

Hinga saat ini kanker msih menyimpan pertanyaan besar seribu satu misteri. Penyebab pastinya menjadi pertanyaan besar dikalangan para ahli. Ada yang mengatakan kanker berawal dari pola hidup yang tidak sehat. Ada juga yang bilang karena factor ginetik. Di tubuh si pasien ada gen “Nakal” yang mengacaukan harmonisasi kerja sel-sel tubuh. Lalu muncul kecendrungan sifat herediter yang menyebabkan kanker menjadi penyakit keluarga sehingga berpeluang diturunkan dari generasi ke generasi. Jenis kanker yang diturunkan tidak mutlak sama. Bisa saja ibu menderita kanker usus, anak mewarisinya dalam bentuk kanker ovarium.

Di tengah ragam informasi tentang kanker, ada sebuah wacana yang mengaitkan kanker dengan ketersediaan oksigen (O2) didalam tubuh. Seorang bernama otto Warburg penerima hadiah nobel dua kali, tahun 1931 dan 1944, telah menemukan adanya enzim yang melakukan pemindahan oksigen dan hidrogen didalam sel tubuh manusia.

Berdasarkan penemuannya Warburg mengatakan “ kanker terjadi hanya karena satu sebab, yaitu karena sel-sel tubuh yang normal telah bertukar dengan sel-sel anaerobik. Sel normal disebut juga sel aerobik, yaitu sel yang memerlukan oksigen untuk bernafas dan beraktifitas. Sedangkan sel-sel anaerobik merupakan mikroorganosme yang dapat bertahan hidup tanpa oksegen disekitarnya.

Pertukaran sel normal dengan sel anaerobik ini tidak terlepas dari ketersediaan oksigen didalam tubuh manusia. Sehari-hari, oksigen terdapat dalam darah dan sangat dibutuhkan untuk menghasilkan energi melalui proses metabolisme aerob yang berlangsung di mitokondria, yaitu salah satu komponen sel. Pada saat bersamaan tubuh manusia menyimpan banyak sekali bibit penyakit. Namun kita tidak jatuh sakit karena oksigen menyuplai cukup banyak energi untuk memperkuat sistem pertahanan tubuh.

Bila terjadi defisiensi oksigen, otomatis proses metabolisme tidak berjalan dengan lancar.
Akibatnya jumlah energi yang dipasok tidak memadai untuk menyokong aktifitas sel-sel tubuh. Tanpa energi, kekuatan sel-sel tubuh melemah, sistem pertahanan tubuhpun rontok.

Karena lebih dari 90% bibit penyakit yang tersimpan didalam tubuh merupakan mikroorganisme anaerobik, resiko kemunculan penyakit sangat besar. Artinya, sementara sel-sel tubuh melemah tak berdaya, bibit penyakit tetap melenggang berkeliaran kesana-kemari. Mereka hinggap dan menyerang sel-sel tubuh, bahkan bisa menyusup merusak fungsi sel-sel normal sehingga sel-sel tersebut tidak bisa menjalankan fungsi spesifiknya.
Menilik penuturan Warburg diatas, boleh jadi “gen nakal” yang dikatakan penyebab kanker sebetulnya adalah sel-sel anaerobik yang menyusup mengambil alih posisi sel-sel normal lalu secara perlahan mempengaruhi dan merusak sel-sel sehat disekitarnya sehingga terbentuklah sekelompok sel “Liar” yang bersifat merusak.

Masalah lain

Jika bisa mengundang kanker, besar kemungkinan mikroorganisme anaerobik bisa pula menimbulkan penyakit lain yang selama ini belum diketahui penyebab pastinya. Kajian medis mengungkapkan kerja mikroorganisme anaerobik sebagai berikut:
  • Menggerogoti tubuh hingga terjadi radang seperti artritis atau radang sendi
  • Menyebabkan pengendapan sisa kalsium di ginjal dan liver yang lama kelamaan bisa merusak fungsi kedua organ tersebut.
  • Menyebabkan pembentukan plak pada dinding pembuluh darah yang memicu terjadinya penyakit jantung
  • Mengganggu sistem saraf dan mengacaukan transmisi sinyal-sinyal informasi di otak
Penelusuran penyebab kanker seharusnya membukakan mata kita, bahwa persoalan defisiensi oksigen bukan masalah biasa. Itulah awal orgasnisme anaerobik merajalela merusak organ demi organ ditubuh kita. (majalan human)

Oksigen KURANG,PENYAKIT Datang

“ Hasil tes di Brisbane, menunjukan bahwa 70 persen orang di kerumunan menderita kekurangan oksigen “

Jika Anda mudah sakit dan merasa letih terus menerus, mungkin Anda menduga makanan yang kurang vitamin dan mineral, gaya hidup tidak sehat, atau stres akibat pekerjaan sebagai penyebabnya. Anda mungkin tidak pernah berpikir kekurangan oksigen juga bisa menjadi penyebab utama.

Oksigen punya peranan vital bagi tubuh manusia. Untuk mendapatkan energi, selain gula atau glukosa, tubuh kita membutuhkan oksigen sebagai bahan bakar. Reaksi kimia antara gula dan oksigen akan menghasilkan Adenosine Tri Phosphate (ATP) yang disebut sebagai “ energi murni sel “. Kekurangan oksigen akan menurunkan cadangan energi tubuh. Anda akan merasa mudah capek. Selain itu, kekurangan ATP akan mengganggu sinyal elektis dari otak ke otot sehingga membuat otot lelah.

Keberadaan glukosa yang tidak diimbangi oksigen yang cukup akan menciptakan kondisi anaerobic yang memperlemah sel dan membahayakan system kekebalan tubuh. Tak ayal, Anda pun gampang sakit. Kondisi anaerobic ini pula yang berpotensi meminculkan sel-sel tak normal, yang bias berkembang menjadi kanker.

Pola makan yang buruk semakin memperparah kondisi kekurangan tubuh. Oksigen dipakai untuk menyeimbangkan keasaman tubuh (ph). Jika Anda doyan makanan yang mengandung asam, misalnya minuman kola atau gula putih, oksigen akan banyak terpakai sehingga persediaannya tak cukup untuk memproduksi ATP.

Mungkin Anda merasa tidak pernah kekurangan oksigen. Setiap saat kita menghirup oksigen. Zat ini berkaitan dengan hamper semua elemen yang ada di alam . Air mengandung oksigen, sementara dua per tiga tubuh kita mengandung air. Begitu juga zat-zat dalam makanan. Jadi, bagaimana mungkin kita bias kekurangan oksigen ?

Kondisi Udara Jakarta


Banyak orang tidak sadar tubuhnya kekurangan oksigen. Fakta ini terungkap dalam sebuah tes di Brisbane, Australia, dengan menggunakan oksigen meter pada sekerumunan orang. Hasil tes menunjukan bahwa 70 persen orang di kerumunantersebut menderita kekurangan oksigen daslam berbagai tingkatan.

Solusinya ? Anda harus meningkatkan pasokan oksigen ke dalam tubuh selain rajin berolahraga dan menetapkan pola makan sehat. Sekadar informasi, dikota besar seperti Jakarta setiap saat sistem kekebalan tubuh Anda diserang terus menerus olaeh sekitar 70.000 jenis zat kimia dari lingkungan. (majalah human)

POLUTAN MENGGANGGU OKSIGEN

sekarang. Apa yang anda hirup? Jelas bukan hanya oksigen. Kadar oksigen diudara hanya sekitar 20 % sekarang ini sudah semakin menurun ( tinggal 12% ). Sisanya ada banyak zat lain termasuk polutan.

Menurut Dr. Tjandra Yoga Aditama,Sp.P(K), MARS, DTM&H dari RS Persahabatan, zat-zat polutan yang mengandung sulfur oksida (NO2), nitrogen oksida (Nox) dan Ozon (O3) tinggi ini terdapat diseluruh kota besar didunia. Kita terpaksa menghirupnya karena pada saat tubuh menghirup udara, tubuh tidak bisa memisahkan antara oksigen dengan zat polutan lainnya. “Kita enter semua zat-zat, itu yang menjadi masalah didalam tubuh.” Ujar Tjandra Yoga.

Terikat Polutan
Keberadaan polutan bersama dengan oksigen di udara bisa membuat suplai oksigen kedalam tubuh berkurang. Pertama, seperti yang kita ketahui, oksigen termasuk zat yang sangat mudah berikatan denga zat lain. Bila kita menghirup polutan karbon monoksida (CO), maka hemoglobin (Hb) didalam darah yang seyogyanya berikatan dengan oksigen untuk dialirkan ke sel-sel seluruh tubuh, embawa CO keseluruh tubuh. Akhirnya, oksigen tidak dapat berikatan dengan Hb untuk dapat masuk kedalam tubuh. “umpamakan Hb kendaraan, maka kendaraan itu sudah dipakai oleh CO sehingga oksigen tidak bisa dibawa. Itu yang menyebabkan akhirnya oksigen ditubuh menurun.” Jelas Tjandra Yoga.

Kedua, kata Tjandra Yoga, penyebab oksigen kurang masuk kedalam tubuh lantarn banyak polutan, partikulat dan zat-zat lainnya akan menyebabkan paru-paru tidak berfungsi dengan baik atau rusak. Dampaknya, tubuh tidah mampu menyerap oksigen dengan baik. Oksigen yang masuk kedalam tubuh menjadi berkurang.


Penelitian lain juga menyebutkan, berkurangnya oksigen yang masuk kedalam tubuh diakibatkan gangguan pernafasan dan peredaran darah.

“ pada intinya, zat polutan dan partikulat tersebut menimbulkan kerusakan di paru & peredaran darah sehingga kemampuan menyerap oksigen dan mengedarkan oksigen menjadi terganggu hingga ke sel-sel,” ujarnya.

Lahan bagi Agen Penyakit

Menurut referensi lain, ketika oksigen berkurang dan tidak cukup sampai kesel-sel. Maka gas lain akan terbentuk yaitu karbon monoksida (CO) dan terjadi pembentukan asam laktat. Adanya CO didalam darah menyebabkan hb tidak mampu membawa oksigen segar dan suhu tubuh menjadi lebih rendah. Asam laktat berlebihan dalam tubuh akan menyebabkan saluran urat-urat saraf tersumbat dan akhirnya terjadi pengerasan seperti pengapuran dan terjadi kerusakan organ tubuh.

Jika tubuh tidak menerima cukup oksigen, racun-racun akan berkembang dan darah membawa endapan “Lumpur” dan racun-racun yang dibuat dari lemak tubuh. Kondisi ini memicu timbulnya penyakit. Dan perlu diketahui lebih dari 90% sumber penyakit yang berasal dari bakteri dan virus dapat berkembang biak pada keadaan anaerobic ( ketiadaan oksigen).


Kebutuhan Sel

Sebesar 90% tubuh dibuat oleh oksigen. Tentunya, oksigen sangat diperlukan untuk sel-sel tubuh. Oksigen bersifat aktif, bebas sangat diperlukan untuk proses oksidasi, untuk menghasilkan energi. Tubuh yang memiliki sekitar 10 triliun sel memerlukan suplai oksigen yang cukup melalui darah.

Tjandra menegaskan , bila oksigen yang masuk kedalam tubuh rendah maka dapat terjadi kerusakan sel. Kerusakannya diawali dari dampak polutan-polutan tersebut secara langsung terhadap tubuh. Polutan pb (timah hitam), misalnya, dapat menimbulkan gangguan saraf dan gangguan otak.
Gangguan Penyerapan Oksigen

Bagi mereka yang menderita asma, mengkonsumsi makanan tertentu dapat memicu kambuhnya asma dan mengganggu pernafasan. “ inilah yang menyebabkan pasokan oksigen kedalam tubuh berkurang,” ujar Tjandra.

Tjandra pesimistis udara bias dibersihkan dari polutan. Karena itu yang terpenting adalah menjaga kesehatan agar daya tahan tubuh berfungsi baik menangkal gangguan.(majalah human)

Ruangan Indah,Udara pun Bersih

Setiap hari, kita bekerja di ruangan ber-AC minimal 8 jam sehari. Lalu, pulang dengan mobil yang juga ber-AC dan beristirahat di rumah juga daengan udara dari AC. Anda merasa nyaman karena terhindar dari udara luar yang panas dan kotor.

Ruangan ber-AC memang memberikan kenyamanan namun ANda tetap harus waspada. Jika AC tidak sering dibersihkan, udara kotor yang berisi daebu dan kuman akan terus berada di ruangan. Kondisi ini akan memunculkan sick building syndrome. Gejalanya berupa bersin-bersin begitu memasuki ruangan ber- AC. Bersin tersebut hilang ketika Anda keluar dari ruangan. Sering berada dalam ruangan ber-AC yang kurang bersih juga bisa mengakibatkan otot kaku, badan meriang, dan flu, bahkan diare.

Saat ini ada AC yang mengklaim bisa maembersihkan udara dalam ruangan. Alternativ lain adalah memelihara tanaman hias pembersih udara dalam ruangan. Selain membersihkan udara secara alami, tanaman ini juga enak dipandang dan menjadi ruangan Anda lebih asri dan indah.

Seorang pensiunan peneliti NASA, Dr. B.C. Wolverton melakukan penelitian pada tahun 1990, dengan cara mengujicoba 50 jaenis tanaman indoor yang diberi polutan formalin, bensen dan trikloroetilen. Hasilnya, 40 sampai 80 persen bahan polutan itu diresap tanaman dan polutan itu dikirim ke akar di dalam tanah. Lalu, mikroba di tanah akan diubah bahan tersebut menjadi senyawa lain yang tidak mengganggu.

Berikut ini beberapa jenis tanaman hias yang enak dipandang dan membantu Anda mendapatkan oksigen dari udara yang lebih bersih.

• Paku Sepat (Nephrolepis cordifolia)
• Karet Kebo (Ficus elastica)
• Palem Bambu (Mascarena sp.)
• Daun Ivi (Hedera helix)
• Gerbera/Hebras (Gerbera jamesonii)
• Lidah Mertua atau Pedang-pedangan ( Sansevieria trifasciata)
• Krisan (Chrysanthemum morifolium)
• Sirih Belanda (Scindapsus aureus)
• Srirejeki (Chinese evergreen)

Tanaman-tanaman diatas efaektif dalam menyaring polutan dan tentu saja penghasil oksigen yang ketersediaannya pasti kurang pada gedung-gedung tinggi akibat minimnya ventilasi.

Anda sebaiknya memiliki dua atau tuga tanaman indoor. Soalnya tanaman pembersih ini harus ditaruh di luar seminggu sekali agar tetap fresh, mendapatkan sinar matahari dan berfotosintesis.